PENGUMUMAN !!!!

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,

Segala puji bagi Allah Swt, dan sholawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat, termasuk kepada kita semua.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada kaum muslimin yang telah datang dan menyampaikan pandangannya di situs kami ini, dan mulai hari ini kami menutup fitur (fasilitas) untuk menyampaikan pandangan/komentar terhadap tulisan kami.

Kami telah cukup lama menyiapkan kelanjutan situs ini dan sudah diluncurkan beberapa waktu lamanya, dengan nama yang sama yaitu “MADRASAH DA’WAH dan ISLAM” dengan nama domain sendiri yaitu USAHADAWAH.COM, silahkan untuk diakses di http://usahadawah.com. Dan sdr. sekalian dapat menyampaikan pandangan dan komentarnya di situs tersebut, seluruh artikel di situs ini telah dipindahkan. TETAPI SITUS INI TIDAK AKAN DITUTUP, kami akan siapkan untuk himpunan tulisan-tulisan dalam BAHASA ARAB yang terdapat di binatiih.com.

Dan untuk menambah fitur (fasilitas) yang dapat meningkatkan mudzakarah dan pendalaman terhadap usaha da’wah dan tabligh, serta juga kajian Al-Islam, kami sudah siapkan forum di facebook dengan title grup yang sama yaitu “MADRASAH DA’WAH dan ISLAM”, dan sekarang sudah cukup banyak membersnya sekitar 200 lebih.

FACEBOOK “MADRASAH DA’WAH DAN ISLAM. Kita dapat mendalami bersama perihal Islam, dan juga hal-hal yang banyak disampaikan terhadap usaha da’wah dan kaum muslimin lainnya oleh sebagian salafi. Atau kalangan salafi dapat menyampaikan pandangan-pandangannya lebih lengkap dan ilmiyyah. SILAHKAN UNTUK BERGABUNG!

Mengubah Mental Pegawai dengan Khuruj

Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo, Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.

Situasi di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai Muslim. Tak hanya itu, di kantor ini juga diwajibkan berjilbab bagi Muslimah, bisa mengaji, serta khuruj (keluar wilayah untuk berdakwah dengan waktu yang telah ditentukan). Semua itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palopo dengan nomor 450/160/Kesra/IV/2009, perihal Peningkatan Shalat Berjamaah dan Kerjasama Dakwah dengan Jamaah Tabligh.

Tapi jangan salah, semua ini bukan paksaan. Semuanya berjalan dengan kesadaran setelah para pegawai mengikuti pesantren kilat yang diberi nama Bimbingan dan Latihan Mental Spiritual. Hasil kerjasama Pemda Palopo dan Jamaah Tabligh (JT).

Baso Sulaiman adalah orang di balik semua kegiatan ini. Lelaki yang kini menjabat sebagai Kabag Kesra Kota Palopo itu selalu melontarkan ide ini dalam setiap rapat di kalangan pejabat daerah. Beragam tanggapan miring selalu ia terima, bahkan usulan itu dianggap aneh dan mengada-ada. Tapi, Baso tak bergeming. “Padahal ini bukan kepentingan saya, ini untuk perbaikan mental pegawai,” ujarnya.

Menurut Baso, tak ada yang perlu dikhawatirkan jalinan kerjasama antara pemda dan JT. “Bagi saya, tabligh hanya salah satu metode dakwah, dan inilah cara saya untuk meningkatkan iman para pegawai,” ungkapnya singkat.

Ide untuk mengangkat program ini, bukan tanpa alasan. Saat menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Organisasi Kab. Luwu (2002), Baso nampak gerah melihat banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang melanggar syariat, tidak shalat, dan memiliki akhlak buruk. “Banyak PNS bermental buruk; malas, tidak disiplin, tidak jujur, hingga ada yang main judi di kantor,” kenang suami dari Siti Maemunah ini.

Baso semakin risau, ketika melihat para pegawai yang sering datang terlambat, suka berbohong dan tidak disiplin. “Bagaimana bangsa bisa berkembang, kalau mental pegawai seperti ini,” tambahnya. Sementara menurut Baso, pelatihan jenjang kepangkatan yang ada saat ini, seperti pelatihan Pra Jabatan dan Latpim, hanya berada pada tataran pengembangan kognitif, intelektual semata.

Sebenarnya, Baso bukan orang pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai Kasubag Organisasi di Luwu, yang sekarang menjadi Kota Palopo, Baso adalah seorang guru. Lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Palopo (1981) ini, awalnya mengajar sebagai tenaga honorer di SD Negeri Wawondula, Kab. Luwu.

Setahun menjadi guru honorer, barulah kemudian Baso diangkat menjadi PNS. Ia dipercaya mengajar di SMP Muhammadiyah Palopo. Berselang beberapa tahun kemudian, Baso diangkat menjadi Kepala Sekolah di sekolah tersebut. Lebih dari 20 tahun lamanya Baso mengajarkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan akhlakul karimah pada SMP Muhammadiyah itu.

Angin segar berhembus bagi Baso, saat otonomi daerah (2002) mulai berjalan. Ia dipindahkan ke Kantor Pemda Luwu. Di tempatnya yang baru ini, ia beri amanah sebagai Kasubag Organisasi. Begitu menjadi pejabat, Baso melihat banyak hal yang berbeda dari apa yang dulu ia ajarkan sebagai guru.

Dengan dasar itulah, Baso berpikir keras untuk mengubah mental buruk sebagian PNS yang digaji oleh negara ini. Dengan pengalaman sebagai guru, Baso juga ingin melihat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan akhlak itu tertanam pada jiwa seluruh PNS di Palopo. Bagi alumni Magister Ilmu Administrasi pada STIA Yappan Jakarta (2006) ini, jika menginginkan masyarakat baik, maka harus dimulai dari pemerintah. “Kalau pemerintah imannya baik, masyarakat juga pasti akan baik,” ungkapnya singkat.
Khuruj sampai Bangladesh

Tahun 2003, secara diam-diam Baso mencoba untuk mengadakan training mental dan spiritual di kantornya, khusus untuk pegawai yang menjadi bawahannya. Saat itu, Baso telah menjabat sebagai Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kabag Kesbang Linmas). Dengan memanfaatkan beberapa orang PNS di bawahnya, ia kemudian berinisiatif melakukan ‘Pesantren Kilat’ sehari, materinya hanya seputar perbaikan mental pegawai.

Perlahan tapi pasti, ia terus bergerilya berdakwah di lingkup Pemda, agar semua PNS di Palopo berakhlak baik. Rencana progam ini semakin mantap, setelah Baso mengikuti khuruj tiga hari dengan JT (2005). Lulusan Universitas Cokroaminoto (1988) Palopo ini, kemudian tertarik dengan metode dakwah JT yang banyak mengajarkan seputar akidah dan akhlak.

Saat Suara Hidayatullah menjumpai Baso di kantornya, ia baru saja tiba dari ijtima (pertemuan tahunan) dunia di Serpong, Bogor, 18-20 Juli lalu. Ia aktif mengikuti khuruj tiga hari setiap bulan. Ia juga pernah mengadakan perjalanan khuruj 15 hari ke India, Pakistan dan Bangladesh (2007).

Pada 2006, Baso mengantongi izin Walikota Palopo, HPA. Tanriajeng untuk mengadakan training bimbingan mental spiritual. Maka jadilah sebuah pelatihan dan bimbingan mental spiritual yang dikemas dengan pesantren kilat selama tiga hari dengan 12 materi dari JT.

Hingga saat ini, dari sekitar 3.000-an PNS di Pemda Palopo, lebih dari 800 PNS yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Untuk 2009 ini, kegiatan itu dibagi dalam dua angkatan, yang setiap angkatan berjumlah sekitar 100 orang.

Menariknya, sejak awal digulirkan hingga memasuki angkatan ke-4, kegiatan ini tidak menggunakan dana dari pemerintah atau dana APBD. Untuk mengikuti pelatihan tersebut, setiap pegawai dikenakan biaya Rp 50 ribu per hari. “Dana tersebut hanya utuk biaya akomodasi, konsumsi dan transport pemateri,” jelas Baso.
“Kami hanya memerlukan legitimasi dari Pemkot, tanda tangan Walikota bagi saya sudah cukup kuat untuk menjalankan kegiatan ini,” jelas ayah dari Muh. Abdi Baso, Munanjat, Adi Saputra, Ilmina, dan Hayyul Muttaqin ini.

Pelatihan tersebut, kini menjadi bagian program Pemda Palopo. Pelatihan ini wajib diikuti oleh setiap pegawai di semua jenjang. Sertifikat pelatihan ini pun menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat atau jenjang bagi PNS di kota Palopo. Selain itu, para PNS pun harus pandai mengaji dan hapal surah-surah pendek dalam al-Qur`an.
Enam tahun kegiatan ini berjalan, baru tahun 2009 ini ia begitu merasakan manfaatnya. Saat ini, sudah sulit untuk menemukan pegawai yang bolos, datang terlambat, atau hanya sekedar datang ke kantor dan kemudian pulang. “Alhamdulillah, sekarang pegawai sudah mulai disiplin, jujur, dan taat sama atasan,” jelas Baso.

Saat ini, mulai dari polisi pamong praja, sopir, guru, kepala bagian, hingga kepala dinas, serta asisten walikota wajib mengikuti kegiatan tersebut. Selanjutnya, setiap tiga hari dalam sebulan, mereka dihimbau untuk pergi khuruj ke masjid-masjid, guna mengajak masyarakat agar turut shalat berjamah di masjid.

Saat wawancara dengan Suara Hidayatullah, tiba-tiba Baso minta ijin. “Kita hentikan dulu wawancara, urusan shalat jamaah masih lebih penting,” katanya sambil menyambar peci di atas meja kerjanya. *Sarmadani/Suara Hidayatullah OKTOBER 2009

Sumber: http://majalah.hidayatullah.com/?p=610

‘Itikaf

Kepada kaum muslimin yang berbahagia,

Kami mengungkapkan perihal ‘itikaf, setelah ada sebagian kaum muslimin yang bertanya “Apakah Nabi juga mencontohkan i’tikaf 40 hari dan sebagainya ?”. Pertanyaan ini tentunya sangat berhubungan dengan kalangan ahli da’wah dan tabligh yang mempunyai program Khuruj (keluar) 40 hari, 3 hari, 4 bulan.

Apa tujuannya mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka berkeinginan mengatakan bahwa keluar 40 hari ini bertentangan dengan syariat Islam dan bid’ah, karena tidak ada dalilnya yang jelas atau tidak ada penjelasan yang mendukungnya dengan jelas pula? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sebaiknya kita mempelajari bahasan apa itu ‘Itikaf? Apakah ‘itikaf hanya bulan ramadhan? Apakah ‘itikaf itu HANYA 10 hari saja? Atau bisa 1 hari, 1 jam bahkan beberapa menit?

Read more »

Forum MYQuran: “Apa Ulama/ustadz Salafi Menyadari? Sebagian Salafi Semakin Liar & Tidak Jelas Arahnya”

Kepada kaum muslimin,

Silahkan untuk mencermati forum di myquran perihal “Apa Ulama/ustadz Salafi Menyadari? Sebagian Salafi Semakin Liar & Tidak Jelas Arahnya”

Begitu banyak fatwa-fatwa atau pandangan salafi terhadap kaum muslimin lainnya tentunya dapat menghasilkan efek-efek yang tidak kurang diharapkan, kontra-produktif. Dan kita perlu memberikan kritisasi terhadap efek-efek itu, hal ini untuk bisa menjadi perhatian kalangan salafi sendiri ketika akan menghukumi kaum muslimin lainnya.

Forum MYQuran: “Selama tidak dapat ‘Membumikan Musyawarah’, kaum muslimin akan mudah dipatahkan”

Kepada Kaum Muslimin,

Silahkan untuk mencermati forum di MYQuran: “Selama tidak dapat “Membumikan Musyawarah”, kaum muslimin akan mudah dipatahkan”.

Musyawarah merupakan hal yang sangat penting bagi kaum muslimin dalam pertumbuhannya. Dan tentunya kita kaum muslimin perlu mendapatkan wacana dan pendalaman terhadap hal itu. “Membumikan Musyawarah” merupakan langkah penting bagi kaum muslimin.

Forum MYQuran: “Selama amal-amal masjid tidak diperhatikan; politik dan khilafah itu tdk akan wujud”

Kepada kaum muslimin,

Silahkan untuk dicermati “Selama amal-amal masjid tidak diperhatikan; politik dan khilafah itu tdk akan wujud”.

Kita kaum muslimin mulai menyadari begitu sangat pentingnya perihal amal-amal masjid kaum muslimin. Tanpa adanya perhatian pada amal-amal masjid, maka tentunya perpolitikan, kepemimpinan, khilafah tidak akan dapat wujud dengan baik.

Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW

Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW

“Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/09/24/kisah-pendeta-senior-di-afrika-selatan-yang-masuk-islam-bermimpi-bertemu-rasulullah-saw/

Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“4M Management” merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan “4M Management” menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses “4M” ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da’wah dan tabligh.

Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/10/waktu-penerapan-%E2%80%9C4m-management-for-continuous-improvement%E2%80%9D/

Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi “4M Management for Continuous Improvement” ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh).

Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan “Contunuous Improvement”, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses “4M Management” cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%E2%80%9C4m-management-for-continuous-improvement%E2%80%9D/

Surat-Menyurat Da’wah Dengan Abdul Qahhar

Abdul Qahhar Wrote:

Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.

dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.

rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.

setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.

kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.

harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula…

Maradhatillah

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.