Madrasah Da’wah dan Islam

Surat-Menyurat Da’wah Dengan Abdul Qahhar

Posted by: Haitan Rachman on: October 22, 2009

Abdul Qahhar Wrote:

Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.

dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.

rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.

setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.

kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.

harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula…

Maradhatillah

Read the rest of this entry »

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah swt,

Al-Islam merupakan agama yang penuh dengan rahmat, dan hal ini sebenarnya menjadi tanggung jawab setiap individu kaum muslimin untuk menjadikan Al-Islam ini menjadi rahmatan Lil’alamiin. Kita hendaknya menjadi asbab atas hidayah Allah swt untuk seluruh Ummat manusia, sedangkan keputusan hidayah berada dalam kehendak Allah swt. Itu yang dikenhendaki Allah swt, kita hanya diminta untuk berusaha dalam asbab hidayah Allah swt.

Di bawah ini merupakan pandangan yang disampaikan melalui blog kami (http://usahadawah.com/2008/12/04/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/#comment-212), mudah-mudahan pandangan ini dapat bermanfaat:

Assalamu alaikum !
Ana pernah khuruj, dan kebetulan amir ana adalah seorang ustadz dari salah satu pergerakan Islam. Beliau sebelum kenal usaha dakwah adalah orang yang sangat benci dengan tabligh akibat mendengar keterangan yang salah tentang tabligh. Alhamdulillah, Allah telah bukakan jalan sehingga beliau bisa ambil bagian dan ikut serta berjuang menghidupkan agama ke seluruh alam.Ada satu doa yang beliau ajarkan yang sampai sekarang masih ana amalkan, doa itu bunyinya ” Ya Allah, kalau memang usaha tabligh ini adalah usaha yang engkau ridhai, maka ikutkan juga aku ya Allah sampai mati dan jadikan usaha dawah ini menyebar ke seluruh alam, tapi kalau usaha dawah ini adalah usaha yang salah dan engkau murkai, maka janganlah ikutkan saya, dan hancurkanlah usaha ini “. Alhamdulillah, sampai sekarang ana masih istiqomah dalam usaha ini, dan niat ke IPB bulan juli nanti, insya Allah !. Untuk yang benci atau belum paham dengan tabligh silahkan amalkan doa tersebut dengan hati yang ikhlas…wassalam

Kami percaya dengan kaum muslimin, terutama para Ulama atau ustadz, yang telah memberikan pandangan terhadap usaha da’wah ini sebagai bentuk nasehat agar kita kaum muslimin selamat di dunia dan akherat. Jika kita mempunyai perasaan yang bersih dan hanya Allah swt sebagai tujuan hidu kita, maka mintalah kepada Allah swt seperti mana ustadz itu berdo’a. Insya Allah, kita semua mendapatkan apa yang menjadi niat kita yang ikhlash.

Terimakasih

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

Posted by: Haitan Rachman on: January 28, 2009

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

http://www.michaelheart.com/sfg/downloads/a22685d/dl.php?file=we_will_not_go_down.mp3

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu Bidah? (Bag.3)

Posted by: Haitan Rachman on: January 10, 2009

(Lanjutan dari bagian kedua)

Penentuan waktu untuk tujuan syar’i termasuk sunnah

Syaikh Aiman abu syadi bekrta, “selanjutnya kami menyampaikan bahwa apabila kami menerima bantahan tentang tahdid (pembatasan) dalam mahfum adad-yaitu khuruj 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dsb-ini sebagai pembatasan waktu, maka siapakah diantara alim ulama muktabar yang mengatakan bahwa pembatasan waktu untuk melakukan kewajiban-kewajiban syari itu adalah bidah sehingga harus ditinggalkan?????

Read the rest of this entry »

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu Bidah? (bag.2)

Posted by: Haitan Rachman on: January 10, 2009

Lanjutan dari bagian satu

v Contoh ke 3: Imam muslim meriwayatkan hadits dari aisyah rha, rasulullah saw bersabda, “tiada seorang mayit yang disholati oleh kaum muslimin yang mencapai jumlah 100 orang yang semuanya mensyafaatinya, kecuali pada hari kiamat mereka akan mensyafaatinya.” (shohih muslim-Misykatul Mashobih, no 1661)

Lalu beliau juga menybutkan sebuah hadits Ibnu abbas ra, “sesungguhnya seorang putranya meninggal dunia di Qudaid atau di Usfan, lalu ia berkata, Ya Kuraib!! Lihatlah orang-orang yang datang untuk mensholati mayit dan hitunglah! Kuraib berkata, lalu aku keluar dan tiba-tiba orangsudah berkumpul. Akupun menghitungnya, lalu aku kukabarkan kepada Ibnu abbas, lalu dia berkata, ” Apakah kamu berkta mereka 40 orang?” Kuraib menjawab, “Ya”. Ibnu abbas berkata, “Keluarkanlah mayitnya! Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ” Tidak ada seorang pria muslim yang meninggal dunia, lalu jenazahnya disholati oleh 40 orang laki-laki yang tidak menyekutukan Alloh dengan apapun, kecuali Alloh akan memberi mereka syafaat untuk mayit. ” (Shohih muslim-misykatul mashobih, no.1660).

Read the rest of this entry »

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu bidah?? (Bag 1)

Posted by: Haitan Rachman on: January 10, 2009

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu bidah??

Mereka berkata, khurujnya ahli dakwah selama 3 hari, 40 hari atau 4 bulan adalah bidah, sebab nabi saw dan para shohabatnya tidak pernah melakukannya, para tabiin dan juga para imam??????


Khuruj 3 hari, 40 hari dan 4 bulan

Entah apa yang terjadi pada manusia hari ini, para penuduh yang berkata bahwa khuruj fi sabilillah itu bidah, nampaknya lebih menyukai kondisi manusia yang tetap dalam kelalaian dan kemaksiatan serta jauh dari ketaatan, daripada berbongdong-bondongnya manusia bertaubat dan khuruj untuk mengishlah diri mereka serta tutut mendakwahkan agama pada manusia????

Read the rest of this entry »

Sumber Berbagi Pandangan Berimbang Terhadap Salafi

Posted by: Haitan Rachman on: December 16, 2008

Kepada Kaum muslimin,

Silahkan melihat dua situs berbahasa arab ini:

http://www.binatiih.com
http://www.dawalh.com

Setidaknya kedua sumber dari timur-tengah ini dapat memberikan kerangka ‘pandangan berimbang’ yang lebih luas, karena yang ditulis dari kalangan arab sendiri.

Dan telah banyak diberikan ‘pandangan berimbang’ dengan pernyataan-pernyataan (pandangan-pandangan) yang disampaikan dan disebarkan dari kalangan salafi yang sekarang telah menjamur di beberapa situs, dan bahkan ada berita perihal perubahan pernyataan dari syeikh Al-Banni sebelum beliau ini meninggal.

Dan juga ada pertanyaan yang disampaikan kepada beliau, kenapa orang-orang tabligh lebih baik akhlaqnya dibandingkan dengan salafi? Silahkan untuk dipelajari dan ditelusuri, jika kita termasuk dari kaum yang terbiasa mencari informasi atau sumber sebelum kita menilai kepada kaum muslimin lainnya.

Dan memang sudah saatnya diberikan ‘pandangan berimbang’ yang cukup baik dan sistematik terhadap penyampaian-penyampaian (pandangan-pandangan) dari kalangan salafi ini, agar kaum muslimin mendapatkan kerangka yang lebih luas dalam memahami sebuah perkara yangd disampaikan, tidak hanya diberikan doktrin-doktrin sepihak yang akhirnya menjadikan pikiran kaum muslimin menjadi kerdil (sempit) dalam wacana ummat Islam sendiri.

Terimakasih,

Some advices of Maulana Muhammad Yusuf Saheb; Amire Tabligh

Posted by: Haitan Rachman on: December 12, 2008

Sumber: http://engagersindawah.blogspot.com/2008/12/some-advices-of-maulana-muhammad-yusuf.html

1. When you listen to the recitation of the Quran, then think; Allah is addressing me. When you read or listen to the Ahadith then think; RasulAllah sallallahu Alaihi WaSallam is addressing me.

2. Do not prepare people to attend Ijtema’s for the sake of meeting me, or request me to make dua for them.Instead, prepare them to come for the sake of pleasing Allah, receiving rewards in the Aakhirah and become inviters to the Deen.

Comment: Probably this is the reason why, if Allah wills, the work of Tabligh & Dawah will remain permanent. This work is not based on personalities as other groups are.

Read the rest of this entry »

The Power of Tabligh: Conversion of the Mongols

Posted by: Haitan Rachman on: December 12, 2008

Sumber:http://attalib.blogspot.com/2008/03/power-of-tableegh-conversion-of-mongols.html

Allaamah Abul Hasan Ali an-Nadwi (RA), Nadwatul Ulama (Lucknow, India)

Islam was about to be submerged in the whirl-pool of the Mongol ardour of slaughter and destruction, as several Muslim writers had then expressed the fear, wiping it out of existence, but Islam suddenly began to capture the hearts of the savage Tartars. The preachers of Islam thus accomplished a task which the swordarm of the faith had failed to perform, by carrying the message of Islam to the barbaric hordes of heathen Mongols.

Conversion of the Mongols to Islam was indeed one of the few unpredictable events of history. The Tartaric wave of conquest which had swept away the entire Islamic east within a short period of one year was, in truth, not so astounding as the Mongol’s acceptance of Islam during the zenith of their glory; for, the Muslims had by the beginning of the seventh century of Muslim era imbibed all those vices which are a natural outcome of the opulence, luxury and fast living. The Mongols were, on the other hand, a wild and ferocious, yet vigorous and sturdy race who could have hardly been expected to submit to the spiritual and cultural superiority of a people so completely subdued by them, and who were also looked down and despised by them. The author of the Preaching of Islam, T.W. Arnold, has also expressed his amazement over the achievement of this unbelieveable feat.

Read the rest of this entry »

هل لفظ الخروج له اصل في الدين

Posted by: Haitan Rachman on: December 11, 2008

Sumber: http://www.binatiih.com/go/news.php?action=view&id=1373&244e9b14a95010fc9d8a88c5402cc65d

نعم, فقد قال الله سبحانه وتعالى: (( ومن يخرج من بيته مهاجرا إلى الله ورسوله….)), قال ابن العربي: ” قسّم العلماء (رضي الله عنهم) الذهاب في الأرض الى قسمين: هربا وطلبا؛ فالأول ينقسم إلى ستة أقسام: الأول: الهجرة وهي الخروج من دار الحرب إلى دار الإسلام، وكانت فرضاً في أيام النبي( صلى الله عليه وسلم) وهذه الهجرة باقية مفروضة إلى يوم القيامة، والتي انقطعت بالفتح هي القصد إلى النبي (صلى الله عليه وسلم) حيث كان؛ فإن بقي في دار الحرب عصى؛ ويختلف في حاله. الثاني: الخروج من أرض البدعة؛ قال ابن القاسم: سمعت مالكاً يقول: ” لا يحل لأحد أن يقيم بأرض يُسب فيها السلف “, قال ابن العربي: وهذا صحيح؛ فإن المنكر إذا لم تقدر أن تغيره فاعتزل عنه، قال الله تعالى: (( وإذا رأيت الذين يخوضون في آياتنا فأعرض عنهم إلى قوله الظالمين)) [الأنعام: 68]. الثالث: الخروج من أرض غلب عليها الحرام, فإن طلب الحلال فرض على كل مسلم. الرابع: الفرار من الأذية في البدن؛ وذلك فضل من الله أرخص فيه، فإذا خشي على نفسه فقد أذن الله في الخروج عنه والفرار بنفسه ليخلصها من ذلك المحذور, وأول من فعله إبراهيم (عليه السلام)؛ فإنه لمّا خاف من قومه قال :(( إني مهاجر إلى ربي  (([العنكبوت: 26]، وقال:  ))إني ذاهب إلى ربي سيهدين (([الصافات: 99], وقال مخبرا عن موسى:    ((فخرج منها خائفا يترقب)) [القصص: 21]. الخامس: خوف المرض في البلاد الوخمة والخروج منها إلى الأرض النزهة, وقد أذن (صلى الله عليه وسلم) للرعاة حين استوخموا المدينة أن يخرجوا إلى المسرح فيكونوا فيه حتى يصحوا, وقد استثنى من ذلك الخروج من الطاعون؛ فمنع الله سبحانه منه بالحديث الصحيح عن نبيه (صلى الله عليه وسلم) وقد تقدم بيانه في “البقرة”, بيد أن علماءنا قالوا: هو مكروه. السادس: الفرار خوف الأذية في المال؛ فإن حرمة مال المسلم كحرمة دمه، والأهل مثله وأوكد.

وأما قسم الطلب فينقسم قسمين: طلب دين, وطلب دنيا Read the rest of this entry »