Archive

Archive for the ‘Analisa dan Pikir Manhaj’ Category

‘Itikaf

February 3, 2011 Leave a comment

Kepada kaum muslimin yang berbahagia,

Kami mengungkapkan perihal ‘itikaf, setelah ada sebagian kaum muslimin yang bertanya “Apakah Nabi juga mencontohkan i’tikaf 40 hari dan sebagainya ?”. Pertanyaan ini tentunya sangat berhubungan dengan kalangan ahli da’wah dan tabligh yang mempunyai program Khuruj (keluar) 40 hari, 3 hari, 4 bulan.

Apa tujuannya mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka berkeinginan mengatakan bahwa keluar 40 hari ini bertentangan dengan syariat Islam dan bid’ah, karena tidak ada dalilnya yang jelas atau tidak ada penjelasan yang mendukungnya dengan jelas pula? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sebaiknya kita mempelajari bahasan apa itu ‘Itikaf? Apakah ‘itikaf hanya bulan ramadhan? Apakah ‘itikaf itu HANYA 10 hari saja? Atau bisa 1 hari, 1 jam bahkan beberapa menit?

Read more…

Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“4M Management” merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan “4M Management” menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses “4M” ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da’wah dan tabligh.

Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/10/waktu-penerapan-%E2%80%9C4m-management-for-continuous-improvement%E2%80%9D/

Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?

June 1, 2010 1 comment

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi “4M Management for Continuous Improvement” ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh).

Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan “Contunuous Improvement”, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses “4M Management” cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%E2%80%9C4m-management-for-continuous-improvement%E2%80%9D/

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu Bidah? (Bag.3)

January 10, 2009 15 comments

(Lanjutan dari bagian kedua)

Penentuan waktu untuk tujuan syar’i termasuk sunnah

Syaikh Aiman abu syadi bekrta, “selanjutnya kami menyampaikan bahwa apabila kami menerima bantahan tentang tahdid (pembatasan) dalam mahfum adad-yaitu khuruj 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dsb-ini sebagai pembatasan waktu, maka siapakah diantara alim ulama muktabar yang mengatakan bahwa pembatasan waktu untuk melakukan kewajiban-kewajiban syari itu adalah bidah sehingga harus ditinggalkan?????

Read more…

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu Bidah? (bag.2)

January 10, 2009 2 comments

Lanjutan dari bagian satu

v Contoh ke 3: Imam muslim meriwayatkan hadits dari aisyah rha, rasulullah saw bersabda, “tiada seorang mayit yang disholati oleh kaum muslimin yang mencapai jumlah 100 orang yang semuanya mensyafaatinya, kecuali pada hari kiamat mereka akan mensyafaatinya.” (shohih muslim-Misykatul Mashobih, no 1661)

Lalu beliau juga menybutkan sebuah hadits Ibnu abbas ra, “sesungguhnya seorang putranya meninggal dunia di Qudaid atau di Usfan, lalu ia berkata, Ya Kuraib!! Lihatlah orang-orang yang datang untuk mensholati mayit dan hitunglah! Kuraib berkata, lalu aku keluar dan tiba-tiba orangsudah berkumpul. Akupun menghitungnya, lalu aku kukabarkan kepada Ibnu abbas, lalu dia berkata, ” Apakah kamu berkta mereka 40 orang?” Kuraib menjawab, “Ya”. Ibnu abbas berkata, “Keluarkanlah mayitnya! Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ” Tidak ada seorang pria muslim yang meninggal dunia, lalu jenazahnya disholati oleh 40 orang laki-laki yang tidak menyekutukan Alloh dengan apapun, kecuali Alloh akan memberi mereka syafaat untuk mayit. ” (Shohih muslim-misykatul mashobih, no.1660).

Read more…

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu bidah?? (Bag 1)

January 10, 2009 5 comments

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu bidah??

Mereka berkata, khurujnya ahli dakwah selama 3 hari, 40 hari atau 4 bulan adalah bidah, sebab nabi saw dan para shohabatnya tidak pernah melakukannya, para tabiin dan juga para imam??????


Khuruj 3 hari, 40 hari dan 4 bulan

Entah apa yang terjadi pada manusia hari ini, para penuduh yang berkata bahwa khuruj fi sabilillah itu bidah, nampaknya lebih menyukai kondisi manusia yang tetap dalam kelalaian dan kemaksiatan serta jauh dari ketaatan, daripada berbongdong-bondongnya manusia bertaubat dan khuruj untuk mengishlah diri mereka serta tutut mendakwahkan agama pada manusia????

Read more…

Perkara Tarbiyyah Islam

December 9, 2008 4 comments

Dalam tulisan ini kami mengangkat perkara yang berhubungan dengan Tarbiyyah Islam dalam usaha da’wah dan tabligh.

Banyak kaum muslimin, bahkan Ulama dan cerdik pandai, memberikan pandangan yang kurang tepat terhadap usaha da’wah dan tabligh yang berhubungan dengan Tarbiyyah Islam atau Ilmu. Beberapa pandangan yang kurang tepat dapat dituliskan di bawah ini:

  • jama’ah hanya mementingkan ilmu fadhoil amal saja;
  • anggota jama’ah yang tidak berilmu sudah berani menyampaikan da’wah, sedangkan ilmu saja tidak mengetahuinya;
  • tidak ada dari asalnya bahwa ilmu itu dibagi ke dalam dua bagian yaitu fadhoil dan masyail;
  • jama’ah tidak mempunyai pola tarbiyyah yang sistematik, sehingga tidak jelas arahnya;
  • kenapa hanya membaca kitab fadhoil amal atau riyadhush sholihin saja, kenapa tidak membaca kitab shohih muslim atau bukhari dll;
  • kenapa hanya memfokuskan enam prinsip saja, kenapa tidak mendalami rukun islam atau yang lainnya;
  • jama’ah menghalangi untuk mendalami ilmu agama dengan benar;
  • jama’ah hanya mengajarkan 10 surat terakhir saja, tidak mau menambah bacaannya;
  • jama’ah ini tidak memberikan manfaat, maka tidak boleh bergaul dengan ahli jama’ah ini; dll.

Masih banyak lagi pandangan yang dilontarkan terhadap usaha da’wah dan tabligh yang berhubungan dengan ilmu dan tarbiyyah Islam. Pandangan-pandangan kurang tepat tersebut disampaikan, dikarenakan banyak kaum muslimin kurang memahami usaha da’wah dan tabligh secara holistic (menyeluruh). Kadangkala kegairahan kami mendorong untuk memberikan pandangan balik terhadap pandangan-pandangan yang beredar itu, supaya yang lainnya memahami perkara tersebut secara berimbang dan terbuka.

Read more…

Kenapa Kita Perlu Bersemangat dalam Amal Maqomi Masjid Sendiri? (3)

October 4, 2008 1 comment

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Selanjutnya kami ajak sdr. sekalian untuk menyelami kenapa kita perlu bersemangat musyawarah harian. Mudah-mudahan Allah swt, memberikan kemudahan kepada kita, termasuk kami, untuk menjalankan hal itu dengan baik.

Kenapa Kita Perlu Musyawarah Harian?

Musyarawah ini merupakan perkara yang sangat penting bagi kita yang telah terjun ke dalam usaha da’wah ini. Kita jangan sepelekan perkara musyawarah ini, meskipun hanya musyawarah 5-10 menit. Banyak ayat Quran dan hadits yang menjelaskan perihal musyawarah ini, bahkan kisah-kisah musyawarah di kalangan para Shahabat RA.

Kami yang setidaknya membaca pelajaran ilmu umum yang berasal dari bangsa lain, telah terbukti bahwa pertemuan rutin setiap hari untuk membahas masalah dan menyelesaikannya secara bersama, meskipun hanya beberapa menit saja, telah memberikan pengaruh besar bagi perusahaan-perusahaan mereka. Dan akhirnya memberikan pengaruh pada negara tersebut. Itu adalah kebiasaan yang dilakukan di perusahaan-perusahaan besar, seperti di Korea, Jepang dll.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/02/kenapa-kita-perlu-bersemangat-dalam-amal-maqomi-masjid-sendiri-3/

Kenapa Kita Perlu Bersemangat dalam Amal Maqomi Masjid Sendiri? (1)

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Amal maqomi masjid sendiri merupakan kerja harian untuk kita semua kaum muslimin. Hanya mungkin saja istilah ini masih dikenal dalam lingkungan ahli da’wah dan tabligh, kaum muslimin masih belum banyak mengetahuinya dengan baik. Ahli da’wah membagi amal maqomi masjid ke dalam lima kerja atau aktifitas utama yaitu:

(1) Dua ta’lim fadhoil harian, di masjid dan di rumah,

(2) Dua jaulah (berkeliling silaturahmi), di masjid sendiri dan di masjid tetangga,

(3) Musyawarah harian,

(4) 2.5 jam khususi, berkunjung di lingkungan masjid sendiri kepada masyarakat kaum muslimin, dan

(5) 3 hari khuruj ke masjid yang lebih jauh dari masjid kita, bagi pelajar 1 hari.

Kerja maqomi akan terus meningkat dari waktu-ke-waktu, mungkin saja tahapan seperti kita adalah tingkatan TADIKA, sehingga kita kurang serius terhadap kerja seperti ini. Kami sendiri sekarang ini lebih banyak di luar, karena urusan pekerjaan. Sehingga amal maqomi lebih banyak bolongnya, tetapi niyat terus dibangun dan kalau ada kesempatan kita bangun da’wah ke dalam lingkungan pekerjaan kita. Kami masih ingat sebuah pertanyaan ahli da’wah pada seorang ulama perihal maqomi, karena ahli da’wah ini adalah seorang dokter yang cukup sibuk dalam pekerjaannya.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/10/02/kenapa-kita-perlu-bersemangat-dalam-amal-maqomi-masjid-sendiri-1/

Apakah KHURUJ ini merupakan KEMESTIAN bagi kaum muslimin?

September 18, 2008 Leave a comment

Sebuah pertanyaan yang perlu mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan kaum muslimin. Khuruj saat ini sebuah “kebetulan” terangkat melalui usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh), yang mana memang Khuruj menjadi sebuah program/kerja yang tidak berubah meskipun sudah berjalan perjalanan da’wah ini selama hampir satu abad.

Mungkin saja kami mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan kerja Khuruj ini. Sehingga pertanyaan itu menjadi muncul untuk diungkap. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt, serta atas dorongan dari kedua orang tua yang mana dapat berhubungan dengan bidang ilmu lainnya dalam urusan dunia. Sebelum kami atau kita sama-sama untuk mengungkap sebuah kajian terhadap sumber Islam itu sendiri, kami perlu membawa kaum muslimin kepada alam untuk memanfaatkan dalil akal yang mana banyak dicontohkan dalam Al-quran dan juga hadits Rasulullah SAW. Kisah Nabi Ibrahim As merupakan kisah yang menarik untuk menjadi perhatian.

Selengkapnya: http://usahadawah.com/2008/09/24/apakah-khuruj-ini-merupakan-kemestian-bagi-kaum-muslimin/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.